
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikanpada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.""Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi.Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlahpasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kataibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakitbukan alang kepalang.Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mataia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutirmutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus.Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar.Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, danberharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.Penderitaannya berubah menjadimutiara ; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagaihasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yangcuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.........
Selasa, Juli 07, 2009
perjalanan hidup kerang..
Diposting oleh khadrat di 20.13
